Ditahanlah cinta yang tumbuh di hati, hingga menanti waktu
yang pasti. Karena setelah waktu itu tiba, maka semuanya akan diungkap tanpa
hijab dan akan bersemi indah pada waktunya..
Sang lelaki menuliskan bait-bait cinta di notebooknya, sebuah catatan harian tentang cinta yang tertahan. Cinta yang 'kan ditumbuhkan seiring keikhlaskan, cinta yang 'kan diwajarkan agar tetap bermuara pada penghambaan terhadap Tuhan.
Begitu pun sang wanita, setiap hari menulis rangkaian kalimat cinta yang tak terkikis. Disimpan di draft yang kelak 'kan dipublish. Tinggal menanti saat yang tepat. Saat dimana kelak tak hanya hatinya yang bertaut, tapi juga tangannya bisa memeluk erat tanpa takut.
Sang lelaki tersenyum di ujung malam, menanti saat pagi yang 'kan menghampiri dan membuatnya tenggelam. Tenggelam dalam kebahagiaan pernikahan..
Sang wanita sulit terpejam hingga lewat pertengahan malam. Jantungnya berdegup kencang mengeja kerinduan. Kerinduan saat akad itu dengan indah terlafalkan. Dan semuanya terhalalkan.
Lelaki dan wanita, menjadi benar-benar romantis saat ijab qabul terbacakan. Di taman pernikahan inilah orang-orang beriman menumpahkan cinta sejati yang terajut dalam ikatan nan suci..
Oh Alangkah indahnya.. bagi engkau yang telah mendahului kami di taman ini maka berbahagialah.. Semoga Allah menjadikan keluarga yang sakinah mawadah warahmah dunia ilal akhiroh.. Dan bagi yang belum.. Bersabarlah dengan kesabaran yang menyemburatkan pesona keimanan..
Wahai Rabby.., berilah kami kekuatan untuk tegar dan bersabar..
Berilah pada kami cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hati kami...
Wahai Rabby... tuntunlah langkah kami pada garis takdir yang paling Engkau ridhai..
Wahai Rabby, kami benamkan semua kegundahan ini kepada samudra cinta-Mu, Dan hanya kepada-Mu lah kami memohon dan berserah diri, ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.. ampunilah segala dosa-dosa kami..